Laman

Friday, May 30, 2014

KKN UNY 2014 Semester Genap Kelompok 08: Keluarga Baruku



Apa kabar Sahabat Depp Holmes’s Story? Sepertinya lama sekali aku memperbaharui postingan di blog ini. Humm, sibuk atau malas ya? Sampai-sampai usia satu tahun blogku ini 5 April yang lalu pun terlupakan. Hahaha Alasan. Baiklah, aku pengen cerita pengalamanku empat bulan terakhir ini. Empat bulan terakhir ini (Februari-Mei) aku sedang melaksanakan pengabdian; KKN. Ya, setiap mahasiswa pasti akan mengalaminya. Langsung saja ya, aku ingin cerita tentang keluarga baruku.
            Februari menjadi titik awal semua ini. Berdasakan pertimbangan yang sangat matang dari orang tua, keluarga, dan sahabat terdekat, aku memutuskan mengikuti KKN UNY di semester genap tahun 2014. Ya, mendahului teman-temanku sekelas yang lainnya, ada bebrapa sih yang ikut tetapi tidak banyak. Bukannya pengen cepet lulus, tapi aku pengen Ramadhan tahun ini bersama orang-orang tercintaku. Aku ingin menghabiskan Ramadahan di Kampungku sendiri. Mengapa demikian? Ya, karna jika aku ikut KKN yang reguler seperti biasa, waktunya bersamaan dengan Ramadhan. Segala konsekuensinya mengikuti KKN semester genap pun siap ku hadapi (tak ada waktu untuk weekend selama 4 bulan), berat, tapi harus kuat! Alhamdulillah berhasil.
            Pendaftaran telah dibuka, pengelompokan pun sudah dilakukan, akhirnya saya tergabung di dalam kelompok 08 yang akan di tempatkan di Dusun Brajan, Wonokromo, Pleret, Bantul.
            Kelompok 08: Cia, Desty, Nita, Gia, Maya, Dhimas, dan Pak Bejo. Awalnya aku tak kenal dengan mereka, siapa mereka, bagaimana orangnya, bisa gak ya? Pertanyaan itu pun terus bermunculan. Hingga akhirnya, semuanya kini telah menjadi keluarga baruku. Aku akan merindukan kalian semua teman. Pak Bejo, anggota kami yang paling senior ini, semangatnya tak pernah padam. Beliau adalah mahasiswa Program Kelanjutan Studi UNY tingkat akhir, semangat Pak!
            Beragam macam program telah kami rancang untuk 4 bulan ini, buanyak bangettttt dan pastinya sangat bermanfaat.

Saturday, May 10, 2014

Hasil Karya Anak Brajan: Pelatihan Menulis Sastra Anak



Ibuku

Oh ibu…
Kau telah membimbingku dengan kasih sayang
Kau telah melahirkanku dengan sekuat tenaga
Aku tidak bisa membalas budimu

Oh ibu..
Kau bagai pelita di hidupku
Kau selalu menerangi setiap langkahku
Aku tak akan mampu melangkah tanpamu

Kau bagaikan embun di pagi hari
Hadirmu menyejukkan hidupku
Kau kuatkan aku dikala aku goyah
Terima kasih untuk curahan kasihmu 

Oleh: Fitri Nurul ‘Azmi



IBU

Oh… Ibu engkau telah melahirkanku
Kau telah membimbingku
Setiap hari kau memberi makan untukku
Kau terbaik untukku

Sejak kecil kau merawatku
Kau memberi ilmu kepadaku
Aku sayang padamu
Aku senang mempunyai ibu sepertimu


Oleh: Dela



AKU PERGI KE PANTAI PARANGTRITIS

Aku pergi ke pantai parangtritis bersama ayah, ibu dan adikku. Aku sudah sampai di pantai parangtritis, ombaknya sangat besar sekali. Bajuku basah terus aku bermain pasir dibuat gunung-gunungan terus kena ombak. Jadinya hancur terus pulang dan mampir beli bakso dan mie ayam terus pulang sudah. 

Oleh: Bella

 

PANTUN

Burung camar di tepi pantai                                            
Pantai indang banyak ombaknya                                    
Kalau kamu rajin dan pandai                                           
Sudah pasti banyak temannya     

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ketepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
                                   
Berjalan-jalan ke trotoar
Walaupun kampungan tapi pintar                      
           
Ayam jantan terbang ke awan
Mari kita menjadi kawan

Dua tiga bulu ayam
Carilah sampai malam                                          

Malam-malam makan soto
Emang masalah buat lo?

Ada beruang berantem sama badak
Ee …… I love you mendadak
 

Oleh: Desti Nur A


Ibuku

Kau yang melahirkanku
Kau yang mengasuhku
Sebelum aku tertidur kau menyanyikanku judul nina bobok
Terimakasih Ibu
Kau telah merawatku dari kecil sampai besar

Oleh: Faya Kuna


Saturday, January 18, 2014

Sepenggal Kisah di Awal Tahun 2014



            Januari 2014, tak terasa sudah setengah bulan lebih kita memasuki tahun baru ini. Tapi baru sempat pada malam ini aku memperbarui pustaka di blog ini. Bukan apa? Tapi karena memang di awal tahun ini, aku sudah disibukan dengan segudang aktivitas. Cielahhh sok sibuk banget ya. Kalau begitu langsung saja akan aku ceritakan pengalamanku di awal tahun baru 2014.
            Malam pergantian tahun, menjadi sebuah momen yang ditunggu setiap orang. Bagaimana tidak? Malam tahun baru pasti menyajikan kemeriahan yang tentu akan selalu dikenang. Entah itu yang hanya berdiam di rumah sampai dengan mengikuti pesta kembang api di pusat kota. Begitu pula dengan diriku, di malam tahun baru kali ini aku lalui dengan mengadakan pesta kecil-kecilan, dengan teman-teman kampung. Mulai dari membakar jagung dan roti hingga akhirnya kami memutuskan keluar, menuju pusat kota menyaksikan kemeriahan Jogja dengan sejuta kembang apinya. Kami memutuskan menyaksikan pesta kembang api di daerah Kali Code, dekat dengan Tugu Jogja.
            Duarrr.... Duarrrr.... Duarrrr... kemerlap cahaya di angkasa Jogja sangat indah sekali. Kembang api dan bunyi terompet menjadi saksi pergantian tahun dari 2013 ke 2014. Sejuta doa, harapan, dan impian menyertai di tahun 2014 ini. Semoga dengan ridhoNya, resolusi di tahun 2014 dapat tercapai.
            Hummm, setelah malamnya menikmati malam pergantian tahun, tiba-tiba paginya dapat sebuah sms dr Mbk Dee, untuk segera merapat ke KUIK UNY. Apa? “Ini tanggal merah Mbk, mosok ya mesti ke kampus, huhuhu.” Itu lah hal yang terbesit dikepala saat membaca sms darinya. Tapi tak apa, karna sudah niat, dan memang sebuah panggilan tugas akhirnya saya berangkat juga ke KUIK UNY, kantornya ada di Rektorat UNY. Tapi tunggu, ada apa ya kok harus ke KUIK?
            Aku, dan  teman-teman mendapatkan tugas menjadi Liaison Officer di ICSEI (Internasional Congress for School Effectiviness and Improvement) ke 27, yang pada tahun ini UNY, Jogja dan Indonesia pada umumnya menjadi tuan rumah konferensi tersebut. ICSEI merupakan konferensi internasional yang diadakan rutin tiap tahunnya (tahun lalu di Chilie, tahun depan di USA). Konferensi ini diikuti oleh beragam orang, mulai dari mahasiswa, guru, dosen, dan masyarakat internasional dari seluruh dunia linnya, pokoknya para pencari ilmu lah hehe. Tujuannya untuk mencari solusi terbaik demi kemajuan pendidikan di dunia ini. ICSEI yang diselenggarakan di Jogja kali ini dilaksanakan di Royal Ambarrukmo Hotel dari tanggal 2-7 Januari 2014.
            Nahhh inilah alasan mengapa di tanggal merah saya musti ke kampus. Ya apalagi kalau bukan untuk membantu mempersiapkan supaya acara tersebut berjalan dengan lancar. Menyiapkan segala logistik yang akan digunakan dalam nantinya.
            Mengapa aku bisa bergabung ya? Ohh iya, ini juga merupakan salah satu tugas yang aku dapati sebagai seorang student volunteer KUIK UNY. Masih ingat kan? Ada kok ceritanya dipostingan-postingan sebelumnya, tentang student volunteer. Kali ini tidak semua student volunteer yang mendapatkan tugas sebagi LO di ICSEI, hanya beberapa, Aku, Janu, Abie, Martono, Nining, dan Astrid, selebihanya sebagai LO kami bergabung dengan kakak-kakak dari SALC FBS UNY, kesemuanya mahasiswa PBI dan Sasing (Mbk Dee, mas Teddy, Mas Panji, Mas Yosep, Mas Adi, dan yang lainnya). LO ada 30 orang.
            Rasa syukur terucap ketika mendapat sms dari pak Koor (Janu) yang mengabarkan bahwa aku ikut bergabung dalam ICSEI. Wahhh tentu akan ada banyak sekali ilmu, pengalaman, dan juga kawan (bukan hanya dari Indonesia tapi dari luar negeri) yang akan di dapatkan. Benar sekali memang kenyataannya seperti itu setelah ICSEI selesai digelar, hal-hal itulah yang saya dapatkan. Hummm semakin memacu diri ini untuk terus dan tanpa lelah menggapai mimpi.
            Karena ICSEI juga, merupakan kali pertamanya menginjakkan kaki di hotel berbintang lima (Royal Ambarrukmo) hahaha, memang dasar wong ndeso. Sebagai LO tugasnya sudah dibagi-bagi tiap kelompok, tapi intinya sama, membantu mensukseskan acara tersebut. Mulai dari sibuk kesan-kemari menyiapkan keperluan diskusi dan sidang-sidang para peserta konfrensi, hingga membantu para bule yang kebingungan hhe.
            Pengalaman lainnya adalah, tingkah unik ketika naik lift, tidur-tiduran di karpet tebel depan mushola yang ada di dalam hotel, makan makanan enak ala hotel (dan juga menikamti makanan diruangan sempit khusus LO), bercengkerama dengan orang luar (mengasah kemampuan bahasa Inggris, yang memang kurang, bismillah salah satu resolusi di tahun 2014 ini harus fasih berbahasa Inggris haha), menyaksikan keindahan merapi dari lanati 8, menyaksikan suguhan budaya khas Indonesia, pertunjukan seni dari mahasiswa UNY, dan semua hal yang mengasyikan lah, tentu ada rasa lelah tapi itu semua bukan menjadi halangan.
      

Sunday, December 29, 2013

Teater Dhingklik: Rumah yang akan Selalu Dirindukan



Alhamdulillah, rasa syukur terucap ketika pementasan pada malam itu telah berakhir dan berjalan dengan lancar. Ya, 23 Desember 2013 akhirnya terlalui dengan manis. Aku yakin malam itu, akan selalu dirindukan oleh kami semua. Bukan hanya malam itu, tetapi hampir di setiap malam selama kurang lebih 4 bulan terakhir ini: dari September hingga Desember kami akan selalu merindukannya.

            Aku melihat raut wajah lelah, senang, sedih, gembira, puas, semua bercampur jadi satu di wajah teman-temanku, ketika terdengar tepuk tangan penonton di akhir pementasan itu. Akhirnya proses yang kurang lebih empat bulan terakhir ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Bukan hanya kami, tetapi penonton yang menyaksikan pentas pada malam itu pun, aku yakin mereka sangat terhibur berkat persembahan kami ini.
            Teater Dhingklik, itulah nama rumah dimana kami berproses kurang lebih selama empat bulan terakir ini. Kami mementasakan lakon Sindhen karya Heru Kesawa Murti dalam rangka tugas akhir mata kuliah Drama. Bertajuk Parade Teater PBSI dan BSI UNY 2013, kelompok teater kami ini berhasil menutup parade ini dengan GONG yang super dahsyat, riuh tawa dan tepuk tangan penonton tak henti-hentinya selama pementasan ini. Bahakan setelah pementasan kami ini selesai, masih saja kami mendengar dari mulut ke mulut pujian pementasan pada malam itu. Humm kalau sudah begini, rasa syukur, puas, dan bangga pun tak henti-hentinya menghiasi angan ini hehehe
            Tentu dalam proses ini ada buannnyak sekali pihak yang turut membantu menyukseskan pementasan kami, tak bisa disebut satu persatu, tapi setidaknya kepada Mas Giant, Mas Baim, Pak Becak, Mas Pay, Mas Kidjing, Mbk Awis, Mbah Wongso, dan yang lainnya kami ucapkan rasa terimakasih kami yang sedalam-dalamnya. Terimalah maaf dari kami, karena yang kami berikan kepada kalian belum seberapa memang, dan bantuan kalian itu semua, tidak akan pernah bisa terhargai seberapa pun. Karena aku yakin semua yang kalian berikan tulus karna sebuah karya. Sekali lagi kami ucapkan rasa trimakasih yang sangat mendalam.
            Kepada teman-temanku semua, kelas BSI A FBS UNY angkatan 2011 aku akan selalu merindukan kalian, merindukan proses selama ini. Proses dimana suka, duka, sedih, emosi, marah, tangis, tawa, gembira, selalu mengiringi disetiap harinya. Semoga nanti setelah semuanya menyandang gelar alumnus. Setelah semua kembali ke kota masing-masing. Aku berharap kalian akan selalu merindukan Jogja dengan segala kenangannya. Semoga tulisan ini akan membantu kalian dalam mengingat semua kenangan-kenanagn itu. Humm di PKM nyeseti empirng, membuat seting, latihan di depan PLA, di bawah pohon rindang GK 4, di Auditorium, di depan GK 1, di Lab. Karawitan, hingga berakhir di Stage Tedjakusuma FBS UNY, dan kalau sudah begini lagu-lagu dari Payung Teduh akan menjadi soundtrek yang pas untuk diputar ketika mengingat semua kenangan itu. Hummm Aku merindukannn itu teman-teman
            Sudah berakhir ya . . . . aku berharap semoga rumah kami ini, “Tetater Dhingklik” tidak akan berakhir di sini saja. Aku berharap masih akan ada karya-karya selanjutnya yang dapat kami persembahkan. Dan itu Harus! Tabik!
Bantul, 28 Desember 2013


Ini adalah beberapa foto saat kami berproses mementaskan lakon Sindhen karya Heru Kesawa Murti


Membuat perlengkapan setting panggung berupa anyaman bambu di PKM FBS UNY



Latihan di depan GK.1 FBS dan di sekitar Auditorium UNY



Foto saat pementasan Sindhen karya Heru Kesawa Murti di Stage Tedjokusumo FBS UNY



Setelah pementasan



Sunday, December 1, 2013

Begitulah Desember


             Tahun 2013 hampir berakhir. Kalender di kamarku pun telah berganti, sebenarnya bukan di kamarku saja, pasti milik semua orang juga berganti haha. Masih kuingat dengan jelas, baru tadi pagi aku merobek kalender bulan November itu. Kalender yang bergambar wanita cantik itu sudah tak terpampang lagi di kamarku. Humm, rasanya satu tahun itu begitu cepat ya..?
            Kini kalender itu hanya tinggal selembar saja; Desember, ya begitulah orang-orang menyebutnya. Seiring berakhirnya tahun, tak pelak masa kuliahku di semester lima ini pun akan segera berakhir. Sebagai seorang mahasiswa, bulan Desember merupakan bulan pamungkas. Mengapa pamungkas? Ya,  selain sebagai akhir tahun, di bulan Desember ini juga aktivitas mahasiswa mencapai puncak-puncaknya. Baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pada tulisanku kali ini, saya ingin menceritakan atau bahkan ingin curhat pada Sahabat Depp Holems’s Story. Cieileh curhat..? Ya beginilah, seorang mahasiswa jomblo, curhatnya hanya dengan tulisan hahaha.
            Sudah-sudah, kembali lagi ke topik semula ‘Desember’. Seperti yang sudah saya sampaikan di atas. Desember ini merupakan puncak-puncaknya aktivitas para mahasiswa, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Begitu pula yang saya alami sekarang ini. Di dalam kelas misalnya; hampir semua dosen yang mata kuliahnya saya ambil di semester lima ini memberikan tugas akhir. Mulai dari penelitian kecil-kecilan tentang bahasa dan sastra Indonesia, hingga proyek akhir semester yang membutuhkan waktu tambahan di luar kelas. Sebagai seorang mahasiswa tentu sudah sangat hafal dengan rutinitas-rutinitas ini. Harus pintar-pintar mengatur waktu.
            Desember 2013 kali ini akan menjadi bulan yang mengesankan bagi saya selama kuliah di UNY. Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, di akhir semester lima ini saya memiliki proyek akhir semester yang luar biasa. Bukan hanya sendiri, tetapi bersama teman-teman sekelas; mengadakan pertunjukan Teater yang super duper istimewa hahaha. “Teter Dhingklik” begitulah kami menamai teater kelas kami ini. Selain sebagi proyek akhir dari mata kuliah Drama, pertunjukan ini juga merupakan ajang kreativitas tersendiri bagai mahasiswa sastra Indonesia FBS, UNY. Ya, dong mosok sebagai mahasiwa di FBS tidak berkesenian. Malu dong!
            Mementaskan lakon “Sindhen” karya Heru Kesawa Murti, kami sekelas akan berteater di akhir tahun ini; tepatnya 23 Desember 2013. Sebenarnya bukan hanya di Desember saja, tetapi sudah semenjak September kami mulai melangkah untuk pementasan ini. Ayo besok nonton ya Sahabat Depp Holmes’s, saya juga salah satu aktornya lo hhe! Begitulah sibuknya Desember “di dalam kelas” (akademik).


        
latihan musik (nggamel) bersama teater kelas BSI A FBS UNY 2011 (Teater Dhingklik) untuk pementasan lakon Sindhen

       Di luar kelas pun tak pelak Desember menunjukkan bagaimana sibuk-sibiknya aktivitas sebagai mahasiswa. Hal ini bisa dilihat dari papan-papan pengumuman di kampus. Banyak sekali organisasi-organisasi mahasiswa yang menunjukan eksistensinya; “agenda akhir kepengurusan/tutup buku/ tutup tahun”. Mereka banyak menyajikan menu-menu yang istimewa bagi para mahasiswa lainnya, mulai dari pentas seni, diskusi, lomba-lomba, dan masih banyak lagi.
            Di sisi lain, Demokrasi ala kampus pun mulai terlihat pada Desember ini, “Pemilwa”. Mulai dari Hima, Ormawa, BEM dan organisasi lainnya mulai mencari dan memilih pemimpin baru untuk periode kepemimpinan selanjutnya. Bisa dibayangkan sendiri kan, bagaimana sibuknya Desember ini? hahaha
            Desember 2013 kali ini, tentu dengan segala kesibukannya, akan menjadi bulan yang mengesankan buat saya selama kuliah di UNY. Desember senantiasa menjadi bulan yang akan dirindukan oleh siapapun. Marilah kita merefleksi diri di bulan Desember ini,  hal apa saja yang sidah kita laluai setahun ini. Buatlah hari-hari terakhir di 2013 ini menjadi momen yang spesial untuk di kenang pada 2014 nanti. Buatlah setiap harinya menjadi hari yang indah di kehidupan mu sobat.
            Begitulah Desember, dengan basahnya hujan yang mengiringi, dihapusnya jejak-jejak yang kotor selama setahun. Menyisakan langkah yang patut tuk diteruskan di 2014 nanti.

Bantul, 1 Desember 2013, 20.10 WIB