Laman

Saturday, September 27, 2014

Manusia dan Teks



            Apa kabar Depp Holmes’s Story? Saya berharap kalian semua baik-baik saja. Amin. Kali ini saya ingin menulis tentang manusia dan teks. Mungkin di antara teman-teman ada yang belum sadar bahwa hidup kita ini tidak bisa lepas dari yang namanya teks, iya gak? Ide tulisan ini terinspirasi dari beberapa kali kuliah dengan Ibu Dosenku yang nyentrik. Langsung saja yaa ...
            Teman-teman tentu tau kan, bahwa kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini sudah berganti. Kurikulum pendidikkan di Indonesia saat ini menggunakan kurikulum 2013. Banyak sekali pro dan kontra mengenai diberlakukannya kurikulum ini. Saya tidak akan membahas mendalam tentang kurikulum ini. Adapun tulisan yang akan saya bahas masih ada kaitannya dengan kurikulum yang baru saja diterapkan. Keterkaitan tersebut khususnya pada kurikulum yang ada dalam mata pelajaran bahasa Indoensia di sekolah.
            Saat ini siswa-siswa di sekolah belajar bahasa Indonesia dengan berbasis teks. Seperti dalam bahasa Inggris, siswa-siswa akan belajar mengenai berbagai macam jenis teks. Tentu tidak hanya belajar mengenai jenis teks saja, melalui isi yang terkandung dalam teks tersebut juga akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap kehidupan. Berbarengan dengan itu, diharapkan kedepannya minat baca siswa Indonesia akan semakin meningkat. Karena kunci dari ilmu pengetahuan itu ya dari membaca.
            Mari kita lihat bagaimana fakta yang terjadi selama ini. Jika kita melihat skor rata-rata literasi membaca siswa Indonesia, posisi Indonesia berada di peringkat 60 dari 65 negara yang ikut di survei. Posisi Indonesia berada di 5 besar, terbawah! Sungguh miris. Survei ini dilakukan oleh PISA pada tahun 2012. Apa itu PISA? PISA merupakan Programme For International Student Assessment, yaitu studi internasional tentang prestasi literasi membaca, matematika, dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun. Survei ini dokoordinasi oleh OECD (Organisation For Economic Coorporation and Development) yang berbasis di Paris, Prancis. Survei dilakukan tiga tahun sekali.
            Pasti akan ada banyak tanggapan mengenai hasil survei ini, mungkin ada yang bilang “halahh itu hanya angka, halah itu lembaga asing yang mungkin hanya mencari keuntungan, dan berbagai macam respon lainnya”, tapi bagi saya (sebenarya dosen saya yang telah membukakan mata saya akan hal ini), apa yang terjadi di atas merupakan kenyataan yang pait dan justru harus dapat memotivai kita, bangsa Indonesia, untuk mulai berbenah. Agar bangsa Indonesia ini dapat menjadi bangsa yang maju, dari mana itu bisa dimulai? Kalau kata Anies Baswedan, mulailah dari memperbaiki dengan turun tangan untuk pendidikan Indonesia. Lebih khususnya lagi kita dapat memulai dari meningkatkan minat membaca pada generasi muda. Karana dengan membaca, banyak sekali pengetahuan yang akan kita dapatkan. Seditik klasik, tapi harus terus didengungkan.
            Mari kita bicara pada persoalan lain, tetapi masih seputar bacaan dan teks. Menurut teman-teman, apakah hidup kita ini bisa lepas dari teks? Jika Sahabat Depp Holmes’s belum menyadarinya, coba lihatlah di sekitar kalian. Sejak dalam kandungan saja manusia itu sudah berhubungan dengan teks, lihat misal teks tentang hasil USG, kemudian saat lahir, kita butuh akta kelahiran, ini teks bukan? Tentu ini teks. Menginjak masa sekolah, waduhhh banyak sekali teks yang tidak bisa dipisahkan. Saat sudah lulus, tentu semakin banyak. Bahkan saat berbelanja saja kita juga tidak bisa lepas dari teks, lihat struk belanja kalian, kalau bukan teks, lalu itu apa namanya? Pertanyaanya, saat kita sudah meninggal, apakah masih berkaitan dengan teks? Jawabanya sudah pasti, masih. Ahli waris kita pasti akan mengurus akta kematian/surat kematian, untuk berbagai keperluan. Bagaimana sahabat Depp Holmes’s, ternyata hidup kita ini tidak bisa lepas dari teks ya. Maka dari itulah mengapa bahasa Indonesia yang berbasis teks ini perlu dipelajari.
            Dari berbagi hal yang telah saya utarakan di atas, kiranya, langkah Kementrian Pendidikan dengan mengubah kurikulum bahasa Indonesia yang berbasis teks ini sudah tepat. Walaupun masih banyak catatan di sana-sini, tapi harus kita apresisai dan kita dukung, bukan malah dijatuhkan. Tabik!

Bantul, 27 September 2014.

Sunday, August 31, 2014

Sebagian dari Hatiku



Di sudut kamar berjendela kayu tua
dalam dinginnya angin malam
yang menusuk ke relung hati
Ku baca sebuah pesan ucapan tidur darimu
lengkap dengan bulan dan bintang
yang kau bungkus dalam sebuah amplop harum
Kau menghadiahiku bulan dan bintang?
Oh sungguh memori tentang wajah manismu 
melintas seketika di anganku
Aku tak tau maumu apa
Kadang kau menghilang
Kadang kau bersikap seperti ini
Bukan saja kali ini, tapi sering
Entahlah, aku ingin yang kau rasakan padanya kuinginkan juga
Ya Tuhan yang maha membolak-balikan hati hambanya
Aku tau ini salah, tapi aku tak bisa menghindarinya
Setiap aku mencobanya, aku tak bisa
         Karena dia adalah sebagian dari hatiku

Wednesday, July 2, 2014

Long Distance Friendship Indonesia-Thailand; Pertukaran Mahasiswa UNY-Burapha University



            Apa kabar Sahabat Depp Holmes’s Story? Sehat kan? Semoga demikian, amin.  Demi masa, tidak terasa ya sudah memasuki bulan suci Ramadhan tahun 1435 H. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan pada kita semua, sehingga Ramadhan kali ini dapat dilalui dengan ketaqwaan yang semakin meningkat. Tak lupa, saya pribadi ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1435 H kepada seluruh Sahabat Depp Holmes’s Story. Langsung saja ya, aku ingin berbagi cerita nih, kali ini aku ingin bercerita tentang sahabat-sahabat baruku dari Thailand.
            Bermula pada tanggal 12 Juni 2014 sebuah pesan masuk di WA, dari mas Alfa, yang isinya kurang lebih seperti ini: “mengundang Tutor KUIK UNY pada tanggal 13 Juni 2014 untuk mengikuti rapat dalam rangka menyambut mahasiswa dari Burapha University, Thailand.” Tapi waktu itu aku gak bisa datang. Ha gimana lagi, nguaaantuknya bukan mainnn, setelah semalaman nglembur (bahkan gak tidur) hanya untuk mengerjakan ujian akhir take homenya Prof. Zam, yang super dahsyat itu. Kedatangan mahasiswa Thailand ini berbarengan dengan ujian akhir semester UNY. Alhamdulillah kawan-kawan Tutor KUIK UNY baik-baik semua mereka berbagi hasil rapat waktu itu.
            Tanggal 16 Juni 2014, menjadi titik awal pengalaman baru dengan mahasiswa Burapha University. Mereka datang ke UNY untuk belajar tentang Indonesia. Mereka merupakan bagian dari pertukaran mahasiswa UNY-Burapha University. Banyak sekali kegiatan yang diikutinya, mulai dari micro teaching (PPL), belajar bahasa Indonesia, membatik, melukis layang-layang, mengikuti Jogja Fashion Week, melihat Festival Seni Tradisi, berkunjung ke tempat-tempat wisata di Jogja; ke Borobudur, Tamansari, Prambanan, Malioboro, dsb (sebagai salah satu pengenalan Budaya Indonesia, khususnya Jogja). Bukan hanya mereka yang belajar budaya Indonesia, tetapi kami juga belajar budaya Thailand. Intinya saling bertukar ilmu lah.
            Mereka melaksanakan program ini selama kurang lebih dua minggu. Kami selaku tutor senantiasa mendampingi kegiatan-kegiatan mereka, baik yang terjadwal maupun yang tidak. Waktu itu aku bersama teman-temanku; Yusuf, Abi, Yolanda, Ratih, Astrid, Sandra, dan teman-teman tutor lainnya secara bergantian mendampingi mereka. Pengalaman baru dengan mereka semakin membukakan mata ini, bahwa bumi itu bukan hanya di Indonesia!
            Teman baru dengan culture yang berbeda semakin menambah wawasan bagi diri ini. Semakin memacu semangat untuk belajar bahasa Inggris. Semakin menambah motivasi diri untuk belajar di negeri orang. Amin ya Allah semoga mimpi-mimpi ini menjadi kenyataan.
            Pengalaman yang unik-unik pun senantiasa mengiringi keceriaan ketika bersama mereka. Mulai dari makan di burjoan sekitar kampus, jalan-jalan di Alkid, menikmati wedang ronde, wisata kuliner Jogja (bahkan kami ditraktir oleh mereka hahahaha), dan masih banyak lainnya. Dari yang semula tak kenal, sekarang sudah menjadi teman akrab yang sering bercanda (ada grup di Line). Sepertinya jarak tak menjadi penghambat pertemanan ini.
            Sebuah pertemuan tentu ada perpisahan, pepatah itu sering benar adanya. Pada tanggal 27 Juni 2014 merupakan aganda terakhir mereka di UNY yaitu farewell ceremony. Mereka menampilkan tari-tarian Thailand yang khidmat. Salut! Setelah acara itu berakhir, kami saling bertukar sovenir dan kenang-kenangan, woohhh dapat banyak sekali hahaha.


 Ini sovenir dan kenang-kenangan dari mereka

Saturday, June 21, 2014

Catatan Kelas


            Selamat malam sahabat Depp Holmes’s Story. Apa kabar? Kali ini aku ingin bercerita tentang keluargaku. Keluarga yang selama tiga tahun ini selalu menemaniku di kala senang maupun sedih.
            Tulisan ini aku dedikasikan untuk sahabat-sahabatku. Jika suatu saat, ketika kalian sedang berselancar di dunia maya, dan tak sengaja menemui tulisan ini semoga ini dapat membantu kalian, untuk mengenang kembali kenangan bersama keluarga besar BSI A UNY 2011. Dalam dinginnya malam, dan iringan lagu Sahabat Kecil dari Ipang dan Arti Sahabatnya Nidji, aku tulis catatan ini untuk kalian ...
Langsung saja ya, ini catatannya ....

***

            Dua angsa bersua, kepalanya saling beradu, membentuk lambang cinta atau sebutlah istilah lain apa saja. Seperti angsa itu, kami juga bersua, tapi cinta yang kami bentuk bukanlah cinta laksana dua ekor angsa. Cinta kami berbeda. Cinta kami adalah cinta beberapa manusia pada manusia lainnya. Dan inilah wujud cinta kami; sebuah catatan kelas keluarga besar BSI A UNY 2011.  
            Tahun-tahun lewat dengan cepat. Tiga tahun telah kita lalui bersama. Entah perasaan apa ini, semenjak pulang dari acara itu rasanya aku hanya ingin merindu. Aku takut tak bisa berbuat apa-apa jika suatu saat aku merindu dengan kalian. Semoga dengan membaca catatan ini, setidaknya aku bisa mengobati rindu itu kelak.
            Aku berharap, kenangan ini kan terbang ke dunia terpencil di hari tua nanti. Untuk sahabat-sahabatku, ini adalah curhatan, doa, mimpi, harapan, dan cita-cita yang telah kita buat pada siang hari itu 19-20 Juni 2014 di Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Masih ingatkan?




Ini akan aku tulis satu persatu catatan dalam kertas origami tersebut

 ***

Friday, May 30, 2014

KKN UNY 2014 Semester Genap Kelompok 08: Keluarga Baruku



Apa kabar Sahabat Depp Holmes’s Story? Sepertinya lama sekali aku memperbaharui postingan di blog ini. Humm, sibuk atau malas ya? Sampai-sampai usia satu tahun blogku ini 5 April yang lalu pun terlupakan. Hahaha Alasan. Baiklah, aku pengen cerita pengalamanku empat bulan terakhir ini. Empat bulan terakhir ini (Februari-Mei) aku sedang melaksanakan pengabdian; KKN. Ya, setiap mahasiswa pasti akan mengalaminya. Langsung saja ya, aku ingin cerita tentang keluarga baruku.
            Februari menjadi titik awal semua ini. Berdasakan pertimbangan yang sangat matang dari orang tua, keluarga, dan sahabat terdekat, aku memutuskan mengikuti KKN UNY di semester genap tahun 2014. Ya, mendahului teman-temanku sekelas yang lainnya, ada bebrapa sih yang ikut tetapi tidak banyak. Bukannya pengen cepet lulus, tapi aku pengen Ramadhan tahun ini bersama orang-orang tercintaku. Aku ingin menghabiskan Ramadahan di Kampungku sendiri. Mengapa demikian? Ya, karna jika aku ikut KKN yang reguler seperti biasa, waktunya bersamaan dengan Ramadhan. Segala konsekuensinya mengikuti KKN semester genap pun siap ku hadapi (tak ada waktu untuk weekend selama 4 bulan), berat, tapi harus kuat! Alhamdulillah berhasil.
            Pendaftaran telah dibuka, pengelompokan pun sudah dilakukan, akhirnya saya tergabung di dalam kelompok 08 yang akan di tempatkan di Dusun Brajan, Wonokromo, Pleret, Bantul.
            Kelompok 08: Cia, Desty, Nita, Gia, Maya, Dhimas, dan Pak Bejo. Awalnya aku tak kenal dengan mereka, siapa mereka, bagaimana orangnya, bisa gak ya? Pertanyaan itu pun terus bermunculan. Hingga akhirnya, semuanya kini telah menjadi keluarga baruku. Aku akan merindukan kalian semua teman. Pak Bejo, anggota kami yang paling senior ini, semangatnya tak pernah padam. Beliau adalah mahasiswa Program Kelanjutan Studi UNY tingkat akhir, semangat Pak!
            Beragam macam program telah kami rancang untuk 4 bulan ini, buanyak bangettttt dan pastinya sangat bermanfaat.

Saturday, May 10, 2014

Hasil Karya Anak Brajan: Pelatihan Menulis Sastra Anak



Ibuku

Oh ibu…
Kau telah membimbingku dengan kasih sayang
Kau telah melahirkanku dengan sekuat tenaga
Aku tidak bisa membalas budimu

Oh ibu..
Kau bagai pelita di hidupku
Kau selalu menerangi setiap langkahku
Aku tak akan mampu melangkah tanpamu

Kau bagaikan embun di pagi hari
Hadirmu menyejukkan hidupku
Kau kuatkan aku dikala aku goyah
Terima kasih untuk curahan kasihmu 

Oleh: Fitri Nurul ‘Azmi



IBU

Oh… Ibu engkau telah melahirkanku
Kau telah membimbingku
Setiap hari kau memberi makan untukku
Kau terbaik untukku

Sejak kecil kau merawatku
Kau memberi ilmu kepadaku
Aku sayang padamu
Aku senang mempunyai ibu sepertimu


Oleh: Dela



AKU PERGI KE PANTAI PARANGTRITIS

Aku pergi ke pantai parangtritis bersama ayah, ibu dan adikku. Aku sudah sampai di pantai parangtritis, ombaknya sangat besar sekali. Bajuku basah terus aku bermain pasir dibuat gunung-gunungan terus kena ombak. Jadinya hancur terus pulang dan mampir beli bakso dan mie ayam terus pulang sudah. 

Oleh: Bella

 

PANTUN

Burung camar di tepi pantai                                            
Pantai indang banyak ombaknya                                    
Kalau kamu rajin dan pandai                                           
Sudah pasti banyak temannya     

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ketepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
                                   
Berjalan-jalan ke trotoar
Walaupun kampungan tapi pintar                      
           
Ayam jantan terbang ke awan
Mari kita menjadi kawan

Dua tiga bulu ayam
Carilah sampai malam                                          

Malam-malam makan soto
Emang masalah buat lo?

Ada beruang berantem sama badak
Ee …… I love you mendadak
 

Oleh: Desti Nur A


Ibuku

Kau yang melahirkanku
Kau yang mengasuhku
Sebelum aku tertidur kau menyanyikanku judul nina bobok
Terimakasih Ibu
Kau telah merawatku dari kecil sampai besar

Oleh: Faya Kuna


Saturday, January 18, 2014

Sepenggal Kisah di Awal Tahun 2014



            Januari 2014, tak terasa sudah setengah bulan lebih kita memasuki tahun baru ini. Tapi baru sempat pada malam ini aku memperbarui pustaka di blog ini. Bukan apa? Tapi karena memang di awal tahun ini, aku sudah disibukan dengan segudang aktivitas. Cielahhh sok sibuk banget ya. Kalau begitu langsung saja akan aku ceritakan pengalamanku di awal tahun baru 2014.
            Malam pergantian tahun, menjadi sebuah momen yang ditunggu setiap orang. Bagaimana tidak? Malam tahun baru pasti menyajikan kemeriahan yang tentu akan selalu dikenang. Entah itu yang hanya berdiam di rumah sampai dengan mengikuti pesta kembang api di pusat kota. Begitu pula dengan diriku, di malam tahun baru kali ini aku lalui dengan mengadakan pesta kecil-kecilan, dengan teman-teman kampung. Mulai dari membakar jagung dan roti hingga akhirnya kami memutuskan keluar, menuju pusat kota menyaksikan kemeriahan Jogja dengan sejuta kembang apinya. Kami memutuskan menyaksikan pesta kembang api di daerah Kali Code, dekat dengan Tugu Jogja.
            Duarrr.... Duarrrr.... Duarrrr... kemerlap cahaya di angkasa Jogja sangat indah sekali. Kembang api dan bunyi terompet menjadi saksi pergantian tahun dari 2013 ke 2014. Sejuta doa, harapan, dan impian menyertai di tahun 2014 ini. Semoga dengan ridhoNya, resolusi di tahun 2014 dapat tercapai.
            Hummm, setelah malamnya menikmati malam pergantian tahun, tiba-tiba paginya dapat sebuah sms dr Mbk Dee, untuk segera merapat ke KUIK UNY. Apa? “Ini tanggal merah Mbk, mosok ya mesti ke kampus, huhuhu.” Itu lah hal yang terbesit dikepala saat membaca sms darinya. Tapi tak apa, karna sudah niat, dan memang sebuah panggilan tugas akhirnya saya berangkat juga ke KUIK UNY, kantornya ada di Rektorat UNY. Tapi tunggu, ada apa ya kok harus ke KUIK?
            Aku, dan  teman-teman mendapatkan tugas menjadi Liaison Officer di ICSEI (Internasional Congress for School Effectiviness and Improvement) ke 27, yang pada tahun ini UNY, Jogja dan Indonesia pada umumnya menjadi tuan rumah konferensi tersebut. ICSEI merupakan konferensi internasional yang diadakan rutin tiap tahunnya (tahun lalu di Chilie, tahun depan di USA). Konferensi ini diikuti oleh beragam orang, mulai dari mahasiswa, guru, dosen, dan masyarakat internasional dari seluruh dunia linnya, pokoknya para pencari ilmu lah hehe. Tujuannya untuk mencari solusi terbaik demi kemajuan pendidikan di dunia ini. ICSEI yang diselenggarakan di Jogja kali ini dilaksanakan di Royal Ambarrukmo Hotel dari tanggal 2-7 Januari 2014.
            Nahhh inilah alasan mengapa di tanggal merah saya musti ke kampus. Ya apalagi kalau bukan untuk membantu mempersiapkan supaya acara tersebut berjalan dengan lancar. Menyiapkan segala logistik yang akan digunakan dalam nantinya.
            Mengapa aku bisa bergabung ya? Ohh iya, ini juga merupakan salah satu tugas yang aku dapati sebagai seorang student volunteer KUIK UNY. Masih ingat kan? Ada kok ceritanya dipostingan-postingan sebelumnya, tentang student volunteer. Kali ini tidak semua student volunteer yang mendapatkan tugas sebagi LO di ICSEI, hanya beberapa, Aku, Janu, Abie, Martono, Nining, dan Astrid, selebihanya sebagai LO kami bergabung dengan kakak-kakak dari SALC FBS UNY, kesemuanya mahasiswa PBI dan Sasing (Mbk Dee, mas Teddy, Mas Panji, Mas Yosep, Mas Adi, dan yang lainnya). LO ada 30 orang.
            Rasa syukur terucap ketika mendapat sms dari pak Koor (Janu) yang mengabarkan bahwa aku ikut bergabung dalam ICSEI. Wahhh tentu akan ada banyak sekali ilmu, pengalaman, dan juga kawan (bukan hanya dari Indonesia tapi dari luar negeri) yang akan di dapatkan. Benar sekali memang kenyataannya seperti itu setelah ICSEI selesai digelar, hal-hal itulah yang saya dapatkan. Hummm semakin memacu diri ini untuk terus dan tanpa lelah menggapai mimpi.
            Karena ICSEI juga, merupakan kali pertamanya menginjakkan kaki di hotel berbintang lima (Royal Ambarrukmo) hahaha, memang dasar wong ndeso. Sebagai LO tugasnya sudah dibagi-bagi tiap kelompok, tapi intinya sama, membantu mensukseskan acara tersebut. Mulai dari sibuk kesan-kemari menyiapkan keperluan diskusi dan sidang-sidang para peserta konfrensi, hingga membantu para bule yang kebingungan hhe.
            Pengalaman lainnya adalah, tingkah unik ketika naik lift, tidur-tiduran di karpet tebel depan mushola yang ada di dalam hotel, makan makanan enak ala hotel (dan juga menikamti makanan diruangan sempit khusus LO), bercengkerama dengan orang luar (mengasah kemampuan bahasa Inggris, yang memang kurang, bismillah salah satu resolusi di tahun 2014 ini harus fasih berbahasa Inggris haha), menyaksikan keindahan merapi dari lanati 8, menyaksikan suguhan budaya khas Indonesia, pertunjukan seni dari mahasiswa UNY, dan semua hal yang mengasyikan lah, tentu ada rasa lelah tapi itu semua bukan menjadi halangan.