Laman

Tuesday, March 29, 2016

Tips Menghadapi Wawancara atau Interview Kerja



                    Halo sahabat Depp Holmes’s Story. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas bagaimana menghadapi wawancara kerja. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi yang sering saya alami. Langsung saja yaaaa ...


 sumber gambar: http://jogja.tribunnews.com/2015/04/20/ijazah-pekerja-tak-boleh-ditahan

            Setelah menyelesaikan studinya, baik tingkat sekolah menengah atas, maupun perguruan tinggi, tentu setiap orang ingin segera mendapatkan pekerjaan impiannya. Untuk mendapatkan pekerjaan impian, setiap jobseeker akan melalui berbagai macam tahapan hingga akhirnya dinyatakan diterima bekerja di suatu perusahaan maupun lembaga. Salah satu tahapan tersebut adalah menghadapi wawancara atau interview. Bagaimanakah menghadapinya? Berikut adalah tips yang perlu dipersiapkan ketika akan menghadapi wawancara.

1.       Kenali jenis wawancara

Perlu diketahui tahapan wawancara di setiap perusahaan atau lembaga berbeda-beda. Pada umumnya ada dua jenis wawancara, yaitu wawancara HRD dan wawancara user, biasanya urutannya adalah wawancara HRD terlebih dahulu baru kemudian terakhir wawancara user. Namun, pada wawancara HRD inilah yang akan menentukan kamu akan lanjut pada tahapan-tahapan selanjutnya atau tidak, seperti psikotes, tes bidang, dan wawancara user. Perbedaan keduanya adalah, wawancara HRD dilakukan oleh tim rekrutmen di bawah tim HRD. Sedangkan wawancara user biasanya dilakukan oleh pimpinan. Untuk itu, sebelum datang pada hari H wawancara pastikan dulu jenis wawancara yang akan dihadapi.

2.      Berikan kesan pertama yang tepat.

Ketika kita sudah mengetahui jenis wawancara yang akan kita hadapi, kita dapat menentukan kesan pertama seperti apa yang akan kita berikan kepada pewawancara. Alangkah lebih bagus lagi jika kita bisa mengetahui jenis kelamin pewawancara, apakah perempuan atau laki-laki. Jadi kita bisa memberikan kesan pertama yang tepat berdasarkan jenis kelamin. Kesan pertama itu dapat beruapa pilihan sapaan, pilihan kata, gestur, gaya berpakaian dan sebagainya baik secara verbal maupun nonverbal.

3.      Perkirakan pertanyaan dan jawaban ketika wawancara

Tujuan wawancara kerja adalah ingin mengetahui wawasan, pengetahuan, serta potensi dirimu lebih jauh lagi. Sehingga dapat menentukan apakah dirimu adalah orang yang tapat untuk menempati posisi tertentu di perusahaan atau lembaga tersebut. Maka dari itu agar dapat memberikan yang terbaik, perkirakan dahulu pertanyaan dan jawabannya. Pertanyaan wawancara yang sering ditanyakan adalah sebagai berikut.

a.      Permintaan untuk memperkenalkan dan menceritakan tentang dirimu!

Untuk menjawab pertanyaan ini gali terlebih dahulu dirimu. Jawablah dengan jawaban biodata diri misalnya, nama lengkap serta panggilan, alamat, usia, pendidikan, dan jika diperlukan ceritakan tentang pengalaman-pengalaman yang sudah kamu dapatkan selama ini baik organisasi, prestasi, pengalaman kerja ataupun yang lainya. Usahakan untuk tetap rendah hati dalam menjawab pertanyaan ini.

b.      Alasan mengapa melamar di perusahan atau lembaga tersebut?

Tak jarang pelamar kerja kebingungan menjawab alasan mengapa mereka memilih melamar di suatu perusahaan. Hal ini karena biasanya pencari kerja cenderung memasukkan lamaran karena melihat adanya lowongan yang didapat dari berbagai media, bukan karena alasan khusus tertentu. Tetapi hal itu bukan menjadi persoalan, karena tentu seorang pelamar kerja memilih memasukan lamaran di suatu perusahan karena merasa cocok dengan kriteria yang dibutuhkan, misalnya dari tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, pengalaman kerja dan yang lainnya. Nha jawablah pertanyaan ini minimal dengan hal-hal tersebut. Namun, alangkah baiknya, pencari kerja dapat mengungkapkan alasan di luar itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mencari tahu terlebih dahulu profil perusahaan atau lembaga tersebut, misalnya visi misinya, produknya, trek record-nya, struktur perusahaan dan sebaginya. Jika sudah mengetahui hal-hal tersebut ambil salah satu poin kemudian kembangkan dan kaitkan dengan potensi dirimu, tentunya hal-hal yang positif yaa. Sehingga dengan begitu, dapat dijadikan senjata untuk menjawab pertanyaan tersebut dan pewawancara mempunyai pertimbangan lebih karena dirimu dianggap telah mengetahui tentang perusahaan atau lembaga tersebut.

c.       Pengetahuan tentang posisi yang diinginkan.

Pertanyaan lain yang sering ditanyakan saat wawancara kerja adalah sejauh mana pengetahuanmu tentang deskripsi posisi yang kamu inginkan. Jawablah pertanyaan ini dengan cara mencari informasi terlebih dahulu mengenai deskripsi kerja dan tugas posisi yang kamu inginkan. Cari informasi sederhana mulai dari internet, teman-teman, saudara atau kalau mau lebih mendalam lagi bisa membaca buku-buku pengetahuan. Dengan demikian, kamu akan siap ketika pewawancara menanyakan hal tersebut.

d.      Kesiapan dengan peraturan.

Pertanyaan ini merupakan konfirmasi kepada dirimu apakah bersedia dengan segala peraturan yang ada di perusahaan atau lembaga tersebut. Misalnya, jam kerja, gaji, deskripsi kerja, status pegawai, penempatan, cara resign dsb. Jawablah pertanyaan ini dengan singkat dan jelas, dengan menjawab ya atau tidak. Apabila tidak setuju jawablah dengan alasan yang dapat diterima mereka namun tetap rendah hati. Nha pada poin ini sekalugus tanyakanlah kepada pewawancara apa yang ada dalam benakmu terkait dengan hak dan kewajiban yang akan kamu terima apabila ditreima di perusahaan atau lembaga tersebut.

Saturday, March 12, 2016

Akhirnya Sampai Pada Titik Ini



            Sudah sekian lama tidak menulis lagi tuk mengisi lembar demi lembar dalam halaman blog ini. Sudah sekian lama pula aku menyapa sahabat-sahabat semuanya. Pada kesempatan ini aku ingin bercerita tentang pencapaian yang telah aku dan keluarga nantikan sejak lama. Ya, akhirnya sampai pada titik ini juga. Aku telah diwisuda dari UNY
            Untuk mencapi pada titik ini butuh waktu yang tak sebentar serta usaha yang tak gampang. Kuliah kurang lebih selama 4.5 tahun telah dilalui, bagaimana perjuangan menyelesaikan tugas akhir, dan segenap cerita lainnya yang tentu akan selalu membekas dalam ingatan. Pada tulisan ini pulalah akan aku ungkapkan betapa bahagianya diri ini, betapa bahagianya mendapat nikmat dari Allah SWT. Terimakasih ya Allah, Segala Puji Hanya UntukMu.
            Sebelum menuju wisuda pada tanggal 27 Februari 2016, setidaknya aku telah melewati detik-detik penuh perjuangan hingga akhirnya dapat menyelesaikan tugas akhir. Melakukan penelitian bahasa, tepatnya bahasa yang digunakan dalam dunia penerbangan militer memberi tantangan tersendiri. Bermula dari suka menonton video-video militer, alutsista, dan lainnya terkait dengan dunia militer, akhirnya muncul ide untuk melakukan penelitian di bidang tersebut. Aku putuskan untuk memulainya. Tak mudah memang, ilmu penerbangan masih asing dalam benak seorang mahasiswa bahasa. Tapi itu adalah tantangan, mulai dari mengumpulkan majalah penerbangan, berkunjung ke museum dirgantara, mencari referensi baik dalam ilmu bahasa secara umum yang telah aku kuasai hingga spesifik terhadap bahasa dalam ilmu penerbangan militer, mengunjungi perpustakaan di STTA Yogyakarta dan bahkan mengerjakan revisian skripsi di sana. Pada akhirnya aku bisa menyelesaikannya.
            Pada tanggal 19 Oktober 2015, akhirnya aku maju sidang skripsi. Terimakasih aku ucapan untuk segenap dosen pembimibing dan penguji yang telah memberikan banyak arahan terhadap penelitian yang telah kulakukan.


             Pada tanggal 2 Desember 2015 akhirnya aku mengikuti yudisium di Fakultas Bahasa dan Seni untuk periode November 2015. Alhamdulillah, menjadi peserta yudisium terbaik dengan IPK tertinggi pada periode ini. 


            Selepas yudisium masih harus menunggu waktu sekitar tiga bulan untuk wisuda. Waktu yang lama itu aku gunakan untuk mulai mencari pekerjaan. Membuat berbagai macam surat lamaran, cv, interview berkali-kali belum juga mendapatkan pekerjaan yang cocok di hati, hehe (tapi setidaknya menjadi pengalaman tersendiri bagaimana rasanya seorang job seeker). Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba, bulan Februari pun datang.
            Hari demi hari di bulan Februari kulalui dengan penuh rasa tak sabar, ingin rasanya segera menuju penghujung Februari. Hari yang dinanti pun tiba. Melalui berbagai macam ceremony serangkain wisuda, mulai dari sarasehan wisudawan Cum Laude hingga pelepasan wisuda. Akhirnya pada pagi harinya di GOR UNY tanggal 27 Februari 2016 aku diwisuda. Alhamdulillah, menjadi wisudawan terbaik prodi Bahasa dan Sastra Indonesia pada wisuda UNY Februari 2016.





            Titik ini telah aku raih, ini bukanlah titik akhir dari sebuah perjalanan. Ini adalah awal dari kehidupan yang sesungguhnya. Tetap berikhtiar dengan cara tak henti-hentinya berdoa dan berjuang, hingga nanti Tangan Tuhan akan datang untuk membantu kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Menjadi apapun itu, semua orang akan mencapi titik suksesnya masing-masing! Tabik.

Bantul 11 Maret 2016.

Tuesday, June 16, 2015

Ketetapan Untuk Manusia




        Semua yang manusia jalani di dunia ini sudah ditetapkan Allah; nafas, hidup dan segalanya. Semua berjalan dalam kehendakNya. Tinggal bagaimana manusia mampu menerima takdir yang telah ditetapkan untuknya, apakah ia ridho atau justru ingkar.
            Manusia, manusia, manusia. Sudah menjadi fitrah manusia bahwa ia selalu saja merasa kurang, kurang, dan kurang atas apa yang ditetapkan untuknya. Sedikit sekali syukur yang terucap dari mulutnya. Lalu? Apakah seterusnya akan seperti itu? Tidak! Tinggal bagaimana manusia itu mampu mengambil hikmah dari apa yang telah ditetapkan untuknya, untuk mengubah dirinya menjadi manusia yang baru. Manusia yang berpikir ke depan, manusia yang tak patah semangat, manusia yang selalu optimis, sampai ia disuruh berhenti olehNya: “Cukup!” Itulah saat Ia menjumpaiNya dan mendapatkan RahmatNya!
            Semua itu tidak berlaku bagi manusia yang masih saja menginginkan masa lalunya bisa di ulang. Tak berlaku bagi manusia yang selalu menyalahkan keadaan. Tak berlaku bagi manusia yang pesimis. Tak berlaku bagi manusia yang putus asa dengan rahmatNya. Maka, tidak ada perbuatan yang lebih mulia dibandingkan dengan ridho dan optimis terhadap ketetapanNya. Senantiasa memiliki rasa harap atas rahmatNya dan takut atas murkaNya. Bukan meminta ubahlah takdirku, tapi kuatkan aku untuk menjalani takdir yang Engkau tetapkan untuku.
            Untuk semua yang pernah aku lakukan, untuk semua yang pernah aku jejakkan di atas takdir yang telah Dia tetapkan. Aku tidak bisa mengulang dan mengubahnya. Dahulu aku ingin mengulang dan mengubah itu semua. Tapi sekarang aku memilih bijaksana untuk mengubah diriku ke depan.
            Ketika aku memilih jalan itu, aku sadar akan banyak jalan terjal dan bahkan ada air mata yang keluar. Tapi aku yakin air mata itu tak abadi, bahwa ia akan terganti. Setiap ada luka yang akan kujumpai ke depan aku mencoba tersenyum. Bila tawa yang datang aku mencoba untuk bersabar dan bersyukur. Bila yang akan aku hadapi ke depan hanya kehampaan, itu lah pertanda rindu PadaNya. Dan tidak ada rindu yang lebih indah daripada rindu padaNya.

Wednesday, June 10, 2015

Di Persimpangan Hidup




Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."  (QS 01 : 30)

            Ketika di persimpangan hidup manusia kembali mengingat Tuhannya. Ia mengingat Tuhannya karena dia sadar dia adalah makhluk ciptaan dan pilihanNya.
            Manusia dipilih di antara makhluk ciptaNya yang lain untuk dijadikan khalifah di bumi. Sudah menjadi fitrah manusia bahwa ia akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Menciptakan kerusakan di bumi dan kerusakan dalam dirinya sendiri. Menumpahkan darah dan tak lepas dari dosa. Manusia bukan lah malaikat, yang senantiasa bertasbih memuji Sang Pencipta. Tapi Tuhan yang menjadikannya khalifah lebih mengetahui—mengapa Dia memilih manusia untuk menempati bumi ini—apa yang tidak diketahui oleh makhlukNya.


            Ketika di persimpangan hidup manusia dihadapkan beberapa pilihan. Kembali ke belakang, berhenti, atau melangkah ke depan.
            Jika persimpangan itu sebuah jalan, kembali ke belakang adalah sebuah pilihan yang bisa diambil. Tapi jika persimpangan itu waktu, tak mungkin manuisa bisa memilih jalan itu. Hal yang sia-sia jika ia memilih kembali ke belakang.
            Memilih berhenti? Tidak! Karena waktu senantiasa berdetak. Tak mungkin ia berhenti, kecuali maut. Tapi maukah kau berhenti seperti itu saja tanpa ada bekal yang akan kau bawa menghapainya?
            Lalu bagaimana dengan melangkah ke depan? Melangkah ke depan sungguh berat. Sungguh berat. Sungguh berat jika masih membawa masa lalumu dan sesekali kau ingin berhenti. Tapi bagaimana jika ia tetap nekat memilih melangkah ke depan? Lakukanlah, melangkahlah ke depan, lepaskanlah masa lalumu, sesalilah dan jangan berputus asa jika ada yang mengajakmu berhenti dan menyerah. Lawan! Sungguh kau akan mendapatkan yang jauh lebih baik di garis finish. RahmatNya di akhirat.
Bantul, 09 Juni 2015. 22:34 WIB